Standby (2)

Di post “Standby” gue sempat berkoar-koar betapa pahitnya nasib gue sebagai awak cadangan. Tidak cukup sampai disitu, kini gue kembali mendedikasikan waktu gue untuk berbagi kisah gue dengan tanggung jawab gue yang satu itu. Seiring dengan berjalannya waktu, gue pikir gue akan semakin mudah menerima kenyataan bahwa standby adalah bagian dari paket pekerjaan gue. Gue … Continue reading Standby (2)

Advertisements

Buta Hari

Dua minggu yang lalu *terhitung ketika gue mengetik blog ini*, gue bangun pukul delapan pagi waktu bagian negara tetangga. Padahal biasanya gue baru bangun ketika jemuran tetangga sudah siap diangkat lagi. Hari itu negara tetangga diguyur hujan lebat. Biasanya tatkala hujan turun, gue akan mengintip dari jendela kamar gue untuk kembali tidur, dininabobokan suara bulir … Continue reading Buta Hari

Ayah

"Ibu tahu yang terbaik." Ujar iklan susu, iklan popok, iklan kecap, iklan penyedap rasa, sampai iklan sabun cuci piring. Slogan ini memang benar adanya. Gue sendiri bisa menyaksikan keabsahannya di dalam kabin. Dimulai dari sang ibu melewati pintu pesawat dan mendekati tempat duduk. Dengan sigap, sang ibu tahu siapa yang harus duduk di dekat jendela, … Continue reading Ayah

Standby

Di perusahaan gue, jadwal kerja awak kabin keluar setiap awal bulan. Jadi kurang-lebih gue tahu satu bulan ke depan gue kemana saja, terbang sama siapa saja, libur hari apa saja, dan yang paling penting dari semua itu: dapat gaji berapa. Setiap bulannya email inilah yang paling gue dan rekan-rekan sejawat gue nanti-nantikan. Kalau sampai lewat dari tanggal … Continue reading Standby

Pencitraan

Bagi awak kabin, citra maha penting adanya. Dari semenjak zaman gue training dahulu, berbagai tips penjaga image telah dibagikan. Bahkan ada kelas khusus yang didedikasikan untuk mempertahankan citra baik pramugari. Para awak kabin muda ini diajarkan cara berjalan, duduk, berdiri, jongkok, sampai bagaimana cara keluar-masuk kendaraan yang anggun, elegan, dan nggak gelar peragaan busana Victoria's Secret … Continue reading Pencitraan

Sarkastik

Gue inget banget di babak kedua seleksi penerimaan pramugari, gue bertemu dengan Mbak F, sang interviewer. Mbak F ini cantik, eksotis nan modis -tipikal wanita karir idaman tiap kaum hawa. Siang itu duduk lah gue dihadapan Mbak F dengan kupu-kupu grogi aktif mengepakkan sayapnya di dalam perut gue. Setelah basa-basi lucu tentang kehidupan gue, Mbak F menyuruh … Continue reading Sarkastik

Enak Nggak Ya?

Setiap gue ketemu teman lama atau pun orang yang baru gue kenal, ada satu pertanyaan yang selalu muncul setiap kali gue jawab profesi gue adalah pramugari. “Gimana, G enak nggak jadi pramugari? Enak dong jalan-jalan terus?” Pasti format pertanyaan serupa udah ada di benak loe semenjak loe baca blog gue kan? Ngaku! Tapi pertanyaan itu … Continue reading Enak Nggak Ya?

Kisah Gadis Sang Pramugari

Bandar udara Soekarno-Hatta tampak lebih sering sibuk daripada senggang. Bermula dari bermacet-macetan di jalan tol, berebut tempat berhenti di depan gerbang masuk untuk sekedar turun dari kendaraan, mengantri bak ular naga untuk check in lalu lanjut mengantri di loket imigrasi, hingga menunggu hampir dua jam untuk kemudian masuk ke dalam pesawat. Namun perjuangan itu terbayar … Continue reading Kisah Gadis Sang Pramugari